[orca] Bingkai Alam Smipa Pagi Ini…

Pagi itu sinar matahari cukup bersahabat. Kakak mengajak kelompok Orca untuk ‘berjemur’ di longpus sambil menikmati keindahan pagi.

Anak pun segera mengambil posisi nyaman mereka untuk berjemur. Ada yang tidur telentang menghadap sinar matahari, ada yang duduk. Kakak mengajak mereka semua untuk sejenak memejamkan mata.

Diiringi petikan gitar, lewat puisi doa Kakak mengajak anak-anak bermeditasi untuk mensyukuri hal-hal yang mungkin selama ini luput dari perhatian.

Mensyukuri udara dan sinar matahari yang hangat pagi ini. Mensyukuri kaki yang selama ini sudah membawa kita berjalan, berlari melewati hari demi hari.
Mensyukuri tangan dan jari jemarinya yang selama ini membantu kita melakukan semua kegiatan. Membawa barang, menulis, membaca, dan masih banyak lagi.
Mensyukuri mata yang sempurna, yang mau membantu kita melihat keindahan dunia.
Mensyukuri telinga, yang membantu kita mendengar suara-suara ini.
Mensyukuri hidung yang membantu kita bernafas, menghirup udara segar yang tak pernah dipungut biaya sepeser pun. Dan juga, mensyukuri mulut yang akhirnya membantu kita bersyukur atas semua yang kita dapat.

Anak bisa masuk dalam suasana meditasi ini. Semuanya hening, dan tak ada yang saling mengganggu. Sebagian anak yang tidak menutup mata, merenung sendiri. Sementara mereka yang memejamkan mata, nampak menggerakkan bagian tubuh yang disebutkan dalam doa. Jari kaki, jari tangan, dan mereka tersenyum.

Selesai bermeditasi, Kakak mengajak kelompok Orca duduk mendekat, memandang ke lapangan rumput yang pagi itu bermandi sinar matahari. Kakak meng-capture pemandangan di depan mata pagi itu dalam sebuah bingkai. Anak diajak untuk menyelami bingkai itu, dan diminta mengungkapkan keindahan pemandangan lewat kalimat berantai.

“Aku melihat langit biru, dan ada rumput yang hijau. Rasanya damai,” kata Marcel. “Ada anak-anak duduk tenang membaca buku,” sahut anak lain.
“Ada suara burung, suara orang menyapu halaman, suara adik-adik TK,” imbuh rekannya.

Anak pun sepakat untuk sebuah kesimpulan akhir: ini adalah pagi yang indah untuk mereka. Pemandangan dan suara alam dalam keheningan membawa mereka ke suasana damai.

“Kak, bolehkah kita mengerjakan review di sini? Suasananya enak,” usul Sistha.

Usulannya menutup kegiatan rutin pagi hari itu. Kelompok Orca sepakat mengerjakan RTT Terpadu bagian satu di longpus, dalam suasana tenang. Mungkin bukan hanya ketenangan suasana, tapi pagi ini juga memberi ketenangan di hati mereka. Semoga.

-MJ- 150913

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *