kisah dua potong kertas kecil

Pengantar : 
Bagi kita yang cukup sering mondar-mandir di Semi Palar, ada dua carik kertas kecil yang tertempel di atas kedua wastafel sejak beberapa waktu yang lalu. Sekilas tidak ada yang spesial. Baru saja kami ketahui kisah menarik di belakangnya – seperti yang dituliskan kak Sarita sebagai berikut… 
 
 

 P1110368  P1110369

P1110364

tempat di mana kedua kertas kecil itu tertempel

Pukul 09.30 suasana sekolah sungguh hiruk pikuk sebab saat itu kebetulan jam istirahat. Para Pasukan Ikan Terbang dan Ksatria Kuda Laut sedang asyik mengantri untuk cuci tangan. Ternyata di dalam antrian tersebut ada Kakak dari kelas yang lebih besar ikut mengantri, tak lama mengantri Kakak dari kelas besar tersebut akhirnya mendapat giliran cuci tangan. Kakak dari kelas besar tersebut membuka keran air dengan cukup keras sehingga membuat air dari wastafel tumpah dan lantai pun menjadi basah. Sang Kakak dari kelas besar tersebut pergi kembali ke kelasnya dengan meninggalkan lantai yang becek, alhasil salah seorang Ksatria Kuda Laut terpeleset dan jatuh hal tersebut sempat membuat Pasukan Ikan Terbang merasa kesal dan langsung melapor ke Kakak. Kakak pun mencoba memberi solusi bagaimana jika kita berkunjung ke kelas Kakak tersebut dan memberitahunya, tapi sepertinya mereka kurang senang dengan solusi tersebut. Mereka ternyata memilih mengambil kertas dan spidol, Kakak pikir mereka akan berkarya untuk mengalihkan rasa kesal tapi ternyata beberapa Pasukan Ikan Terbang menulis tulisan “Airnya jangan keras ras” dan “Jangan keres-keres airnya Nan” di selembar kertas, Kakak sempat kebingungan apa maksud tulisan itu, lalu setelah selesai menulis mereka mengambil selotip dan berjalan menuju wastafel, ternyata mereka bermaksud menempel kertas tersebut tepat di atas kedua wastafel.

Cukup membanggakan melihat apa yang telah dilakukan oleh Para Pasukan Ikan Terbang, Kakak pun mengapresiasi dengan ucapan terimakasih dan memberi sticker hebat. Kejadian tersebut sedikit menegur Kakak bahwa terkadang sebenarnya anak-anak jauh lebih solutif dibandingkan kita orang dewasa. Semoga kita semua bisa mengikuti anjuran tersebut ya, mencuci tangan dengan menyalakan keran air yang tidak terlalu keras :). [Kak Sarita | 11 Oktober 2013]

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to kisah dua potong kertas kecil

  1. santi indra astuti says:

    Kertas2 pengumuman ini memang bikin saya penasaran. Tapi, saya tahu, ada upaya yg mulia di balik corat-coret tangan2 mungil ini. Setelah tahu ceritanya yang seru, jadi terharu… bravo, para pejuang K3 Smipa:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *