Jabawaskita pertama di tahun rempah-rempah


image

Kamis ini Jabawaskita yang pertama di tahun Rempah-rempah berlangsung. Menarik bahwa anak2 bisa langsung masuk dalam suasana hening dan larut dalam kegiatan membaca. Beberapa anak masih kesulitan untuk fokus terhadap bahan bacaannya, tapi diapun tidak mengganggu suasana keseluruhan. Diharapkan sejalan dengan waktu anak yang belum bisa terlibat tadi bisa masuk perlahan lahan dalam suasana Jabawaskita.

Di tengah kemajuan teknologi dan inovasi perangkat genggam yang membuat segala sesuatu bisa dilakukan secara elektronik di ‘atas telapak tangan kita’, di Semi Palar membaca buku adalah sesuatu yang maha penting. Apalagi di tahap2 awal tumbuh kembang anak di mana proses pembelajaran ini sangat bergantung pada pengalaman jasmaniah/inderawi. Buku adalah media yang multisensori sifatnya, dibandingkan perangkat elektronik, buku menyediakan pengalaman jasmaniah yang jauh lebih kaya. Anak bisa membandingkan berat buku satu dan lain, merasakan tebal tipis dan berbagai tekstur kertas, merasakan hembusan angin saat lembaran halaman baku dikipaskan, belum lagi aroma kertas yang beragam dan banyak lagi.

Satu hal lagi, imajinasi adalah juga sangat sangat penting. Mengaktifkan sisi kiri otak anak sangat penting bagi utuhnya kecerdasan mereka. Banyak orangtua sekarang lebih suka anak2nya memiliki banyak pengetahuan dan fakta2 ilmiah dan berpikir bahwa tidak banyak gunanya anak berangan angan di dunia imajinasi. Sesungguhnya dunia imajinasilah yang berpotensi menuntun peradaban manusia menuju berbagai inovasi dan temuan temuan baru, hal hal yang baru dan tidak terbayangkan sebelumnya.

Belum lagi dari sisi nilai atau karakter yang bisa tokoh tokoh cerita menjadi panutan dan inspirasi anak-anak. Buku cerita dan kisah kisah fiksi adalah khasanah yang luar biasa kaya bagi proses tumbuh kembang anak.

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *