[lada hitam] diskusi kelompok tentang fosil

 

P1140071

Berawal dari pencarian informasi di rumah tentang fosil keluarga Maiasa (tokoh tema Maiasaura – dino baik hati yang mempunyai paruh seperti bebek) dan teman-teman dino yang lain, Prajurit Lada Hitam diajak kakak untuk mendiskusikan hasil temuannya itu di kelas.

Pertanyaan muncul dari kakak “Ada yang tahu apa itu fosil?” Salah satu anak menjawab : “Fosil itu benda yang ada pada zaman dahulu. Seperti binatang, batu-batuan, tanaman.” Kemudian pertanyaan lain muncul dari teman yang lain, “Bagaimana kita tahu bahwa benda tersebut fosil yang umurnya sudah lama?”
Kakak melempar pertanyaan tersebut kepada teman-teman yang lain, dan salah satu anak menjawab : “Mungkin kita bisa mengetahui umur fosil itu dengan menggunakan alat pengukur.” Tidak lama kemudian anak yang lain menjawab : “Bisa dilihat dengan alat laboratorium. Jadi, kalau kita pakai alat itu batu-batu yang menempel di fosilnya itu bisa kelihatan, jadinya ketahuan batuan itu ada di tahun berapa.”

Sambil kakak mengapresiasi temuan jawaban dan munculnya pertanyaan yang muncul dari mereka, tiba-tiba ada satu anak yang melontarkan sebuah pertanyaan “Bagaimana tulang-tulang atau batuan yang ada pada zaman dahulu bisa masuk ke dalam tanah?” Sebelum kakak menjawab, satu anak langsung mengacungkan tangan dan memberikan jawabannya “tulang-tulang itu awalnya di atas tanah, tetapi karena ada angin, hujan, lalu tanahnya menutupi dino/ tulang-tulang itu.”

Kondisi diskusi hari ini cukup membuat kakak tersenyum takjub, karena pertanyaan yang mereka lontarkan mampu mengajak teman-teman yang lain memikirkan dan menemukan jawabannya untuk bisa dibagikan ke teman yang lainnya yang belum terlalu paham tentang “fosil”.

Pertanyaan lain pun muncul dari salah satu orang tua akan topik yang dibahas ini. Pertanyaannya adalah: “Kak, apakah anak-anak bisa memahami bahasan tentang fosil? Itu kan susah.” Saya menjawab : “Sejauh ini ketika kami memberikan tantangan untuk mencari tahu di rumah, kami akan selalu bahas di kelas. Dan kami pun seringkali ditakjubkan dengan kemampuan anak-anak yang mampu mengolah bahan diskusi sederhana sebagai pembuka wawasan, yang selalu berakhir dengan temuan-temuan baru yang mereka munculkan sendiri. Tidak jarang kakak pun mendapatkan referensi baru dari teman-teman Lada Hitam. Hehe.” Orang tua tersebut akhirnya tersenyum dan merasa bahwa kekhawatiran orang tua akan ketidakmampuan anak ini sebenarnya tidak beralasan.

Pengalaman baru yang didapatkan adalah kadang kita sebagai orang dewasa memang kalah secara kemampuan untuk mencari tahu lebih tentang berbagai hal. Kita tidak pernah sadari bahwa temuan-temuan pertanyaan yang membuat kita orang dewasa merasa tersentak akan pertanyaan bahkan jawaban yang mereka munculkan secara alamiah dan begitu menggugah rasa ingin tahu saya sebagai seorang yang sudah dewasa.

catatan dan refleksi oleh kak Ana – kakak fasilitator Lada Hitam

Tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *