[Vanili] Petualangan ke ‘rumah’ Babah Kuya

 

Tempat ini ada, jauh sebelum Penjelajah Vanili lahir. Tempat yang berada di pojok Jalan Pasar Baru Selatan ini menyediakan banyak rempah-rempah, baik dari dalam negeri sampai luar negeri. Setiap hari tempat ini sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang yang berharap sehat, karena mengandalkan khasiat dari rempah-rempah. Hari Rabu pagi tanggal 10 September 2014, Penjelajah Vanili melakukan perjalanan menuju tempat tersebut. Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki menuju Jalan Pasteur. Mereka berbekal peta, misi dalam perjalanan dan juga uang.

Mereka berusaha untuk memahami peta dan juga misi yang harus mereka jalankan. Angkot jurusan ST. Hall – Sarijadi menjadi tujuan pertama mereka. Mereka meminta kepada supir angkot untuk diturunkan di ST. Hall. Satu angkot bersama orang-orang yang tidak mereka kenal mungkin menjadi pengalaman yang jarang mereka dapatkan. Dari hal ini mereka akan belajar bagaimana cara bersikap yang baik ketika berada di dalam angkutan umum.
Sekitar 20 menit perjalanan mereka tiba di St. Hall, kini mereka fokus untuk meyelesaikan misi di sepanjang perjalanan sebelum sampai di Babah Kuya. Misinya antara lain, mewawancarai pedagang rujak, gule, mengambil foto dan menggambar hal-hal yang terdapat dalam misi mereka.

Sampai di Babah Kuya, mereka mewawancarai pemilik tempat tersebut, sambutan yang ramah dari pemilik tempat tersebut membuat mereka semakin bersemangat melakukan penjelajahan. Banyak informasi yang mereka dapatkan dari wawancara, mulai dari rempah-rempah yang dijual, asal rempah-rempah dll. Kesempatan berharga mereka dapatkan karena dapat bertemu dengan generasi ke-4 Babah Kuya. Beliau bercerita bahwa sudah mengenal khasiat rempah-rempah dari kecil. Penjelajah juga mendapat buah tangan berupa rempah-rempah dari pemilik tempat tersebut. “Wah..terima kasih!”.

Petualangan selanjutnya adalah membeli bahan-bahan misterius di pasar tradisional terdekat. Mereka berkeliling pasar untuk mencari bahan yang harus mereka beli. Berbelanja di pasar tradisonal membuat mereka punya kesempatan untuk menawar harga barang yang mereka beli. Kejutan mereka dapatkan lagi, saat membeli daun jeruk dan pandan, pedagangnya berkata “Udah ga usah dibayar, ambil aja”. Mereka tampak senang mendengar hal tersebut dan mengucapkan terima kasih.

Hari sudah siang, meskipun tidak semua bahan misterius didapatkan tapi mereka harus kembali ke sekolah. Petualangan yang penuh dengan kejutan.
“Terima Kasih Tuhan”

petualangan BK2

petualangan BK 1

Tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *