kakak-kakak smipa di tahun rempah

 

Ini adalah wajah-wajah, sosok yang di hari demi hari menghantar teman-teman kecil (beberapa sudah tidak kecil lagi) berproses di Semi Palar. Wajah-wajah ini yang diberi sebutan para kakak. Mereka adalah guru, yang mendampingi anak-anak belajar. Tapi ada beberapa catatan penting. Pertama-tama kami sedang belajar untuk tidak menggurui. Karena kamipun sedang belajar. Saat anak-anak sedang berusaha menemukan bintangnya sendiri… kamipun, sosok demi sosok, individu demi individu sedang melangkahkan kaki, berjalan setapak demi setapak dalam proses penemuan diri. Proses yang panjang dan tidak pernah mudah.

Tapi di Rumah Belajar inilah kami punya teman2 hebat kepada siapa kami bisa belajar dari mereka. Teman-teman di kelas inilah yang hadir sebagai guru buat kami, di mana kami belajar setiap hari dari mereka. Seorang sahabat, Gobind Vashdev pernah bilang bahwa anak-anak hadir di hadapan kita untuk mendidik kita. Alih-alih merasa bahwa kita orang dewasalah yang harus mendidik mereka. Teman-teman inilah yang membimbing kita melihat apa yang semestinya kita lihat, menghantar kita memahami apa yang semestinya kita pahami. Merasa, melihat dengan hati, menjadi peka, menjadi rendah hati adalah tantangan kita orang dewasa yang menyebut diri punya tugas pendidikan…

Posting ini adalah pengingat bahwa menjadi guru, menjadi kakak adalah kehormatan hidup yang luar biasa buat kita semua yang berani mengambil peran menjadi guru. Di baliknya, perlu ada kesadaran besar bahwa kitapun pembelajar, kitapun masih jauh dari tuntas dalam proses kita memahami kedirian kita. Di dalam situasi inilah ada sebuah keberanian besar menjadi guru – setidaknya di dalam konteks Rumah Belajar Semi Palar. Sekolah yang meyakini bahwa tempat ini adalah bukan sekedar tempat mencari ilmu tapi ruang menemukan diri bagi kita semua sebagai kepingan – serpihan di semesta yang maha besar ini.

Masih ada wajah-wajah yang tidak muncul di sini, kakak2 yang memang tidak setiap hari hadir buat anak-anak kita, seperti miss Miming, miss Feby, kak Ana, kak Egho… Di samping itu ada juga mas Woto, pa Muhlis, pa Iwan, aa Oji dan mba Esih yang perannya tidak kalah besar sebagai komponen yang ikut menggulirkan proses pembelajaran di Semi Palar. Terima kasih kakak-kakak semua… :). Semoga proses inipun berharga buat kalian. Salam hormat.

wpid-c360_2015-06-17-13-23-26-430.jpgAnX2t8SQA22HDlDFmYG5qdXs6fgSuilDuyUHzddCpUmM Alq53eG80BNjqRGenLS5BL-In9xzruekh1zgqXofyJd_ AkWbtFXXkKOka2zyWtbSZLPgOHCy6AgR4g24HnkN0LMT ArgzsfUWGP1hwO7iPfY9rnXfXtvg8qcbqDTlTm0cJuNS

Tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *