[tambora] pohon kersen di ngarai

Seperti inilah kami.
Berdiri tegak. Memberi warna warni keceriaan.
Menjelaskan kebahagiaan dengan kerja sama satu sama lain.
Itulah kami, Laskar Tambora.



photo (3)
Begitulah sepenggal puisi yang saya tuliskan saat melihat karya ini. Berawal dari kegiatan meneliti bagian tubuh tumbuhan yang ada di Ngarai, Laskar Tambora diajak kakak untuk meneliti salah satu pohon yang ada di Ngarai dan kebetulan ada di sekolah. Pohon itu adalah pohon kersen. Kebetulan juga, materi mengenal bagian-bagian tubuh tumbuhan adalah salah satu materi yang dihantarkan di semester 1 ini.

Laskar Tambora diajak untuk melihat dan membedah langsung wawasannya tentang akar, batang, daun, bunga, dan buah pohon kersen. Pertama-tama, Laskar Tambora dibagi ke dalam 5 kelompok penelitian, yaitu tim peneliti akar, tim peneliti batang, tim peneliti daun, tim peneliti bunga dan tim peneliti buah.

Setelah dibagi kelompok, Laskar Tambora mulai melakukan penelitiannya. Kebetulan pohon kersen ini berada di halaman depan sekolah, jadi tidak memerlukan waktu yang lama untuk melakukan penelitiannya. Semua fokus memperhatikan tugasnya. Melihat bentuk daun, bunga, batang, akar dan mencicipi rasa buah kersen tersebut.
Laskar Tambora sangat antusias meneliti pohon ini. Semua melakukan tugasnya dengan baik. Semuanya berdiskusi untuk menuliskan simpulan penelitian, dan saling membantu mengingatkan satu sama lain jika informasi yang didapatkan temannya kurang tepat untuk dijadikan simpulan.
Hasil diskusi tersebut dituliskan di kertas kecil. Semua kebagian tugas menuliskan penemuannya. Diantara penemuan itu adalah akar kersen bergerombol, kasar dan keras; batangnya berwarna cokelat ada garis-garis putih seperti goresan; daunnya menyirip dan permukaan belakang daun berwarna lebih muda; bunganya terdiri dari kelopak yang berwarna putih dan putik bunga yang berwarna hijau; buahnya kecil dan memiliki warna yang berbeda-beda, warna hijau buahnya masih mentah, warna merah buahnya sudah matang dan rasanya manis.

photo (2)Setelah selesai menuliskan temuannya, Laskar Tambora diajak membuat karya pohon kersen. Kakak hanya memberikan dua buah kertas karton putih, satu kertas samson ukuran besar, kertas hvs bekas, dan crayon.

Kakak mengajak Laskar Tambora untuk membuat karya sesuai kelompok penelitiannya. Karya daun dari kertas hvs bekas yang dibentuk sesuai ukuran dengan warna daun yang berbeda-beda menggunakan crayon. Karya buah dari kertas hvs bekas yang dibentuk membulat dengan bantuan solatip kertas yang dicat. Karya bunga dari kertas duplex yang digunting membentuk 5 kelopak yang memiliki serbuk sari dan putik bunga. Sedangkan karya akar dan batang dibuat dari kertas samson dan koran bekas.

Semua karya ini menempel di atas dua buah karton putih yang disatukan memanjang. Lalu ditempel di dinding kelas. Tak terasa berkarya hari itu membuat kami sibuk dan terkejut melihat hasilnya.

Karya ini dibuat bersama-sama dengan penuh kegembiraan. Saling mengingatkan satu sama lain, saling membantu, dan saling memberikan semangat agar karyanya tuntas. Semua prosesnya memang tidak mudah, tapi setelah melihat hasilnya sungguh senyum merekah yang kami tunjukkan.

Terima kasih, Laskar Tambora

kisah disusun oleh kak Ana Agustina 🙂
Tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *