[kakapo] Babaran Kecap Basa Sunda

21 September 2016

Sebagai warga Kota Bandung, yang merupakan salah satu kota penting di tatar Sunda, tidak pelak seluruh warga Kota Bandung selayaknya dapat menggunakan bahasa Sunda dalam kesehariannya. Selain untuk melestarikan Basa Sunda, menggunakan bahasa Sunda dalam interaksi sehari-hari juga dapat mengasah kepekaan berbahasa, menajamkan tangkapan lingkungan sekitar (yang cukup kental dengan kesundaannya), serta membuka pintu gerbang kecintaan budaya lokal Sunda yang lainnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, maka teman-teman Kakapo Kakak ajak untuk membiasakan menggunakan bahasa Sunda dalam interaksi keseharian mereka. Tidak perlu takut salah, namanya juga belajar, yang penting mereka mau mencoba serta muncul rasa kebanggaan ketika mereka dapat mulai mahir berbahasa Sunda.

Setelah melalui beberapa kali diskusi kelas dan pemetaan seputar kemampuan berbahasa Sunda, terungkap bahwa teman-teman Kakapo sebetulnya memang ingin bisa mahir berbahasa Sunda, namun kendala utama mereka adalah paparan kosakata bahasa Sundanya masih relatif terbatas. Akhirnya muncul sebuah gagasan dari Kak Rizky untuk memperkaya kosakata Basa Sunda teman-teman Kakapo melalui paparan lagu-lagu berbahasa Sunda. Kenapa lagu? Karena kata-kata dalam lirik lagu (terutama jika sering didengarkan dan/atau dinyanyikan) lebih mudah diingat, jika dibandingkan dengan harus menghapal kosakata dari bentuk bacaan, atau langsung dari kamus.

Dipilihlah 2 lagu berbahasa Sunda untuk disampaikan kepada teman-teman Kakapo; lagu Pileuleuyan, dan lagu Tahu Sumedang (parodi dari OST Saint Seiya). Teman-teman Kakapo diperdengarkan kedua lagu tersebut untuk kemudian mencoba menangkap artinya dalam Bahasa Indonesia. Setelah mendapatkan gambaran mengenai isi lagu – untuk melatih pelafalan, serta “muatan” lain berupa kepercayaan diri untuk tampil, kepekaan nada dan musikalitas – teman-teman Kakapo diminta untuk menghapalkan dan menyanyikan kembali salah satu lagu tersebut, ditampilkan di depan sesama teman-teman Kakapo.

Diiringi dengan petikan gitar Kak Rizky, teman-teman Kakapo bergantian menyanyikan lagu pilihan masing-masing. Beberapa anak yang merasa antusias sudah jauh-jauh hari teramati mendendangkan lagu pilihannya di sela-sela kegiatan belajar.

Meski mayoritas anak memilih lagu Pileuleuyan, karena nada dan liriknya sudah cukup akrab di telinga mereka, namun ada beberapa anak yang sengaja memilih lagu Tahu Sumedang karena lagu OST Saint Seiya sebetulnya lebih mereka kenali meskipun mereka perlu melakukan usaha tambahan untuk menghapalkan lirik barunya yang terkadang membuat mereka tersenyum-senyum sendiri, “…Saint Seiya, ima koso, habatake…” berubah menjadi “…ceuk sayah, ieu tahu, matak hade…”

Kegiatan belajar Basa Sunda yang menarik dan menyenangkan seperti ini, dirasa lebih efektif untuk digulirkan kepada teman-teman Kakapo dibandingkan dengan kegiatan belajar bahasa yang kaku. “Kak, nanti cari lagu bodor yang lain ya…,” pinta salah satu anak 🙂

babaran_kecap

catatan proses: kak Koben

Tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *