[fbo-sd] “Seksualitas dan Pubertas”

02 Desember 2016

Forum Bincang Orangtua (FBO) jenjang SD ini akhirnya diadakan untuk pertama kalinya setelah rutin pelaksanaan dan pergulirannya berjalan baik di jenjang JUD (KB-TK).
Topik gelaran perdana ini cukup menarik perhatian dan minat para orangtua. Lebih dari 20 orangtua menghadirkan diri; mencakupi orangtua jenjang SD-3 sampai K-7 (SMP).

Di sesi awal, suasana berjalan masih agak canggung; para orangtua lebih bersikap duduk manis mendengarkan paparan. Namun tak lama kemudian suasana segera berubah dan terbangun menjadi lebih hidup ketika satu dua orangtua mulai masuk berbagi pengalaman atau melontar pertanyaan.

Oh ya hasil masukan angket pra-kegiatan dari 18 repsonden orangtua kurang lebih memberikan gambaran potret sebagai berikut:

  • Semua orangtua memahami istilah “Seksualitas” tidak sama dengan “Seks”
  • Seksualitas mencakupi keseluruhan dimesi tubuh, pikiran, perasaan/emosi, nilai oral/spritualitas
  • Dulu sebagai anak, sebagian besar orangtua memasuki pubertas di usia SD6-SMP1, dan menjalani dengan baik tanpa masalah berarti, serta tidak ada tempat khusus yang dijadikan tempat bertanya atau bercerita
  • Sesungguhnya sebagian besar orangtua menyatakan ingin di masa itu punya komunikasi yang lebih baik dan terbuka dengan orangtuanya, dan paham lebih banyak tentang seksualitas
  • Sebagian besar orangtua yakin pengalaman masa kecil (dan remaja) mempengaruhi cara pandang dan pola perilaku seseorang di saat dewasa
  • Sebagian besar orangtua menyatakan yakin tahu apa yang anaknya alami dengan perbandingan merata antara orangtua yang tenang dan yang merasa khawatir.
  • Sebagian besar orangtua mengenali bahwa anaknya sekarang merasa punya tempat untuk bertanya dan bercerita, yaitu orangtuanya
  • Sebagian besar orangtua yakin pengalaman masa kecil (dan remaja) mempengaruhi cara pandang dan pola perilaku seseorang di saat dewasa

Orangtua saling berbagi pengalaman dan tips sebagai bentuk respon untuk satu lontaran pertanyaan orangtua. Tak jarang kita tersipu atau tertawa ramai saat tiba di bagian topik yang sebenarnya penting namun memang belum terbiasa kita bicarakan secara terbuka. Di antaranya cerita pengalaman beberapa orangtua saat pertama kali anaknya bertanya atau melontar wawasannya tentang kondom, atau kejengahan membuka pembicaraan perihal mastubasi dan mimpi basah dengan anak lelakinya, dll. Semua seolah dihantar untuk saling mengakui bahwa kita sendiri pun masih perlu banyak belajar menjadi orangtua bagi anak kita yang beranjak remaja. Dari perbincangan yang terbangun bebas-terbuka, dilandasi semangat berbagi antara orangtua tersampaikan inti-inti sbb:

  1. Adalah pilihan dan keputusan orangtua sepenuhnya untuk masuk ke proses meskipun merasa diri gamang atau jengah, atau orangtua harus siap terima konsekuensi situasi jika satu saat baru menyadari bahwa anak sudah diisi/dibangun oleh pihak-pihak lain di luar sana yang secara prinsip dan pertanggungjawaban berbeda dari nilai keluarga.
  2. Forum semacam ini tidak pernah menyajikan solusi untuk masalah kita. Tiap diri kita, anak kita, dan situasi keluarga kita adalah unik. Namun saat kita datang saling mengungkap dan mendengar antar sesama rekan ortu, kita mendapat wawasan dan sudut pandang baru sebagai bahan olahan menuju pertimbangan yang mudah-mudahan lebih baik karena lebih genap sisi
  3. Orangtua harus bersatu dan mau saling berbagi, karena anak-anak kita saling berbagi, hal apapun.
  4. Ajakan untuk orangtua masing-masing kelas bisa melanjutkan obrolan seksualitas dan pubertas ini agar pembahasan lebih terpenuhi dari sisi kebutuhan spesifik jenjang usia anaknya.
  5. Terkait pendidikan seksualitas, jika ingin anak kita sehat, harus dimulai dari diri kita sebagai orangtua untuk berkehidupan seksualitas yang sehat.

Catatan:
Sesuai pembicaraan dan ungkapan kebutuhan, para orangtua meminta untuk diadakan Seminar Kecil “Pendidikan Seksualitas dan Pubertas” di semester 2 dengan mendatangkan narasumber Psikolog atau pihak lain yang kompeten. Sifat forum terbuka bagi orangtua jenjang SD5-SD6-K7, namun juga terbuka bagi orangtua jenjang sebelum atau sesudahnya saat bertaut kebutuhan.

Sampai jumpa lagi di forum-forum berikutnya. Salam tak henti belajar menjadi orangtua! 🙂
Kak Lyn (SPP-relasi ortu)

 

 

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *