pelatihan Cara Berpikir Sistem

 

Menyusul teman2 KPB (Kelompok Petualang Belajar) yang sudah terlebih dahulu berkesempatan belajar dari KAIL mengenai CBS (Cara Berpikir Sistem), kali ini 6 personil Semi Palar berangkat ke Rumah KAIL di Cigarukgak (daerah Cijambe – Ujung berung) untuk belajar soal ini.

Berpikir Sistem bukan sesuatu yang terlalu asing buat Semi Palar karena pembelajaran di Semi Palar berpijak di atas pendekatan yang sejalan dengan ini. Kalau soal pemahaman, tentunya kami masih harus terus belajar ;). System Thinking atau kerap juga disebut Holistic Thinking adalah cara pandang atau pola pikir yang memandang segala sesuatu sebagai serba terkait atau terkoneksi. Bahwa perubahan di satu komponen sedikit banyak akan memengaruhi komponen lain, sub sistem lain atau sistem besar secara keseluruhan. Pendidikan Holistik berpijak di atas cara pandang / paradigma ini (paradigma holistik).

Di luar itu masih sangat banyak yang belum juga kami ketahui atau betul-betul kami pahami. Karenanya Sabtu, 2 April lalu, 6 personel Semi Palar berangkat ke Kail, untuk memperdalam pemahaman kami tentang hal ini. Kali ini yang mengikuti pelatihan adalah kak Ome, kak Fikri, kak Ine, Kak Lyn, Kak Danti dan kak Andy. Satu kakak lain (kak Koben) yang direncanakan ikut tidak jadi hadir karena kesehatan tidak mengijinkan.

20170402_120204

Ada sekitar 20an lebih peserta di pelatihan kali ini. Selain 6 orang dari Smipa, Ray dan Kevin yang berhalangan di pelatihan KPB juga hadir, lalu beberapa teman dari Unpad dan ITB.

Banyak hal yang kami peroleh di pelatihan ini. Yang jelas pelatihan kali ini melengkapi kepingan2 penting dari proses kami memahami berbagai hal mengenai pendidikan holistik juga tentang bagaimana berpikir holistik. Yang sangat kami dapatkan di sini adalah sistematisasi berpikir sistem / berpikir holistik. Apa yang dibagikan teman-teman KAIL sangat melengkapi pemahaman kami dan memberi gambaran lebih jelas bagaimana menerapkan berpikir sistem / berpikir holistik sampai ke tataran teknis / strategi.

Mulai jam 9 pagi hingga matahari terbenam, kami menjalani sesi demi sesi. Paparan, workshop, permainan, simulasi dan tanya jawab. Setiap kelompok didampingi satu fasilitator yang membantu kelompok dalam diskusi mulai dari visi dan misi hingga memetakan langkah2 strategis yang diharapkan bisa berdampak paling maksimal setelah memahami konektivitas antar komponen / elemen. Keren! Seru! Yang agak mengganggu hanya satu – kebetulan tetangga dekat KAIL sedang hajatan, sehingga seharian penuh kami disuguhi live music yang berkumandang keras oleh pengeras suara dengan berbagai jenis sajian musik. 🙂

Rehat siang hari diisi makan siang spesial yang disiapkan tim KAIL. Sebagian bahan adalah hasil kebun permakultur yang dibudidayakan keluarga besar KAIL. Spesial! 🙂

Sekitar waktu magrib, kegiatan ditutup dengan pesan dari mbak Ani (founder Kail) agar apa yang didapatkan bisa diterapkan di kegiatan kita semua di tempat masing-masing. Mbak Ani juga menitipkan untuk mengundang teman2 lain dari berbagai lembaga ataupun individu untuk ikut serta dalam pelatihan ini.

Masalah-masalah yang timbul di masyarakat mulai dari isu lingkungan hidup, sosial, teknologi, kebudayaan, ekonomi dan lain sebagainya berakar dari ketidak-mampuan kita untuk memandang fenomena secara tepat dan melihat situasi secara utuh (holistik).

Pendidikan yang kita terima selama ini ternyata hanya membuat kita mampu memandang segala sesuatu secara parsial atau secara sempit. Bisa dipahami karena sejak kecil – bertahun-tahun kita belajar di dalam berbagai kotak. Ruang kelas, mata pelajaran, buku-buku paket, jadwal pelajaran, penjurusan, dan masih banyak lagi. Padahal segala sesuatu di alam semesta ini bekerja secara sistemik dan saling terhubung. Jadi ya, kita perlu belajar lagi…

Salam.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *