berpikir holistik


Pendidikan holistik berpijak para pola pikir holistik (holistic thinking atau systems thinking). Berpikir sistem, secara sederhana menekankan pada pentingnya keterkaitan (connectivity) antara komponen, dan bahwa pada dasarnya keterkaitan dari komponen yang ada adalah kekuatan dari sebuah sistem. Di dalam sebuah sistem pendidikan, di dalam sebuah sekolah guru dan orang tua adalah juga bagian dari komponen yang ada yang juga saling terkait dan tidak terpisahkan.

Berikut ini video pendek (4 menit) mengenai berpikir sistem yang akan membantu kita memahami cara berpikir yang disebut sebagai berpikir holistik / berpikir sistem ini.

Berpikir Holistik di Semi Palar

Bagi kita para pendidik, pola pikir holistik yang paling sederhana yang harus kita miliki adalah bahwa kita tidak pernah bisa memisahkan tugas pendidikan sebagai tugas orang tua dan guru, antara rumah dan sekolah. Ini adalah konsekuensi yang segera akan muncul setelah anda bergabung menyekolahkan putra/putri anda di Rumah Belajar Semi Palar.

[3K] Komponen, Konteks, Koneksi

komponen, konteks, koneksi

Mengubah paradigma (pola berpikir)

Pendidikan holistik, mengajak kita untuk kembali memandang dan menelaah dimensi kemanusiaan kita yang sangat kompleks dan sakral. Beralih dari cara pandang kita selama ini yang sekarang ini kita miliki atas hasil sistem pendidikan kita selama ini yang terkotak-kotak, serba parsial dan simplistik. Menjadi orangtua di Semi Palar menuntut kita untuk belajar berpikir holistik. Berpikir bahwa segala sesuatu adalah bagian dari sistem besar alam semesta, dan hal sekecil apapun yang kita lakukan membawa pengaruh terhadap dunia tempat kita tinggal ini.

Kesadaran (awareness) akan hal ini menjadi salah satu kunci dari keberhasilan kita memfasilitasi anak-anak kita di dalam pembelajaran holistik. Dan memang di sini, di Rumah Belajar Semi Palar, kita-pun sebagai para pendidik dituntut untuk belajar dan terus belajar…

 [aas]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *