pendidikan holistik

 

[upaya] Memahami Pendidikan Holistik

Pendidikan Holistik didefinisikan secara sederhana sebagai model pendidikan yang memandang bahwa proses pendidikan harus menyentuh seluruh dimensi kemanusiaan individu secara utuh dan seimbang.

Kedirian manusia terjadi dari 3 bagian tidak terpisahkan, yang kita kenal sebagai tubuh, pikiran dan jiwa (body, mind and soul). Pemahaman ini menjadi titik tolak pendidikan holistik, di mana segala upaya pendidikan (di rumah dan di sekolah) berorientasi menumbuh kembangkan manusia-manusia muda – anak-anak kita menjadi manusia dewasa yang utuh dan seimbang.

Menemukan Bintangku Sendiri

Berpijak pada aspek spiritualitas, kita meyakini bahwa setiap peristiwa yang terjadi di alam semesta ini memiliki makna. Tidak ada satupun peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Demikian juga saat kita refleksikan bagaimana Tuhan Sang Pencipta menitipkan individualitas yang begitu unik kepada setiap kita. Tidak ada dua individu yang sama dari miliaran manusia yang lahir di muka bumi ini. Demikian besar kekuasaan Sang Pencipta, dan  kita yakini bahwa hal tersebut pasti memiliki makna dan tujuan tertentu. Tuhan tentunya punya maksud saat ia menitipkan minat, sifat, bakat yang beragam pada setiap manusia

Kecerdasan (intelligence) manusia tidak hanya satu – seperti dulu kita pahami. Setidaknya sekarang ini dikenal 9 jenis kecerdasan manusia seperti dijabarkan oleh Dr. Howard Gardner melalui teori Multiple Intelligence. Ada anak-anak yang memang cerdas secara matematis, atau cerdas berbahasa. Ada juga anak yang memiliki kecerdasan interpersonal dan sebaliknya intrapersonal. Ada yang kuat dalam musikalitasnya atau hal-hal yang sifatnya visual…

Dalam prosesnya menjadi dewasa, anak perlu dibantu (difasilitasi) untuk menemukan kekuatan / potensi dirinya atau yang umum dikenal sebagai bakat alamiahnya. Di Semi Palar hal ini kita semboyankan sebagai ‘menemukan bintangku sendiri‘. Saat anak menemukan hasrat kehidupannya sendiri, (their own life passion), hidupnya akan bermakna karena ia menjadi dirinya sendiri, selaras dengan apa yang digariskan Tuhan bagi diri dan kehidupannya. Ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh tokoh pendidikan dunia Sir Ken Robinson melalui bukunya yang bertajuk “The Element; How Finding Your Passion Changes Everything“.

Saat kehidupannya bermaknalah, manusia berkesempatan untuk menemukan kebahagiaan yang sejati. Saat segala sesuatu dalam kehidupannya selaras; tubuh, pikiran dan jiwanya, manusia (anak-anak kita) akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya kelak.

Bertumbuh secara utuh dan seimbang

Pada saat yang sama, untuk mengoptimalkan bakat atau potensi dirinya tersebut, anak harus bertumbuh secara utuh dan seimbang (holistik), agar potensinya dirinya tersebut dapat  membawa manfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri, juga bagi orang lain dan alam lingkungannya, sebagai pertanggung jawaban hidupnya kepada Sang Pencipta. Kalau kita telaah, tokoh-tokoh besar yang kita kenal dari seluruh dunia di sepanjang sejarah adalah manusia-manusia yang selain cerdas, kreatif, punya cita rasa estetika yang kuat, berkarakter positif, berkesadaran tinggi dan memiliki spiritualitas yang kuat. Mereka adalah manusia-manusia yang mampu mengembangkan dirinya secara utuh dan seimbang.

Pendidikan Holistik di Rumah Belajar Semi Palar

Dalam prakteknya, pendidikan holistik di Semi Palar diterjemahkan melalui kegiatan pembelajaran tematik dan aktif. Pembelajaran tematik memungkinkan keterpaduan antar segala bidang keilmuan yang kita kenal. Hal ini ditujukan agar anak belajar bahwa segala sesuatu di alam semesta ini adalah pada dasarnya saling terkait (interconnected) dan pada hakikatnya, kita semua, segala sesuatu di alam semesta ini adalah satu (we are all one).

Pembelajaran aktif menekankan bahwa proses belajar adalah proses penemuan diri, proses mengenal diri sendiri. Hal ini dapat berjalan saat anak-anak memang berproses secara aktif dalam menemukan kepingan-kepingan pemahaman, pengalaman dan kesadarannya sendiri. Dalam proses ini Kita para pendidik (guru dan orangtua). Education berasal dari kata ‘educare’ dari bahasa Yunani yang artinya ‘menggali / menemukan’. Anak-anak kita bukanlah kertas kosong, tapi sejak lahir di dunia ini mereka sudah membawa sesuatu di dalam dirinya.

Bacaan Terkait :

[aas|080515]

2 Responses to pendidikan holistik

  1. Laura Tjahyadi says:

    Searching for the greatest school for my child.

  2. Ade says:

    semi palar sae pikeun inovasi dunya pendidikan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.