Catatan Penutup Tahun 2012-2013

 

  Two roads diverged in a wood and I – I took the one less traveled by, and that has made all the difference.

~ Robert Frost ~

 

Puisi di atas ditulis oleh Robert Frost. Puisi ini saya jadikan pengantar catatan ini, tapi sebelum kita membahas tentang isinya, pertama-tama kita perlu membaca ‘I’ sebagai ‘we’, sehingga sekarang bunyinya begini : “Two roads diverged in a wood and wewe took the one less traveled by, and that has made all the difference.”

Rumah Belajar Semi Palar adalah sebuah perjalanan. Perjalanan kita, perjalanan yang tidak biasa… Hari kemarin, pembagian buku Cahaya Bintangku untuk anak-anak Semi Palar untuk tahun pendidikan 2012-2013 adalah momen bersejarah bagi Semi Palar.

Pagi kemarin, di ruang kelas Trembesi, saya membuka acara tutup tahun bersama beberapa orang tua murid yang sudah hadir. Saat itu saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam bagi orang tua kelompok Trembesi, secara khusus kepada tiga orang murid dari 3 keluarga yang pada tahun 2005 bersepakat mencatatkan putra-putrinya sebagai murid di Semi Palar. Mereka masing-masing adalah keluarga ibu Nanan dan pak Johar / mas Uut (Benita), bu Monique (Edgar) dan ibu Santi dan pak Ipong (Cissy). Pada suatu sore kami menerima SMS dari rekan-rekan ini. Saya masih ingat salah satu isi SMSnya berbunyi begini: “… dengan senang hati kami menyetorkan nama Edgar untuk bergabung di Semi Palar…”. SMS tersebut kami terima dari ibu Monique. “Kalau bukan kita yang mendukung, lalu siapa lagi?” demikian kira-kira obrolan rekan-rekan ini sebelumnya.

Momen tersebut adalah momen besar bagi Semi Palar, karena gagasan, impian kita mengenai sebuah sekolah dengan demikian menjadi kenyataan. Pada saat itu, Semi Palar punya murid! Semi Palar yang sudah punya konsep, punya guru dan sekarang punya murid! Beranjak dari titik tersebut, satu demi satu murid-murid Semi Palar berdatangan menyusul ketiga keluarga yang memberanikan diri mendaftar ke semi Palar sebagai sebuah sekolah baru (yang pada saat itu kita bahkan belum punya sekolah dan ruang kelas), konsep dan metode yang baru, pengelola yang praktis tidak berpengalaman… Di tahun pertama di tahun 2005 itu kami mendampingi 18 orang murid. Hari ini ada sekitar 140 orang murid Semi Palar dari jenjang terkecil di PG hingga di kelas 7 (SMP-1).

Di tahun pendidikan yang baru saja kita lewati, dibimbing oleh kak Caroline dan kak Fani, Semi Palar berhasil mendampingi teman-teman di kelompok Trembesi yang 6 tahun lalu memulai pembelajarannya di jenjang SD menuntaskan proses pembelajarannya. Sebagai catatan, kak Caroline juga lah – di tahun itu bersama kak Vanie Marissa – yang mendampingi teman-teman Trembesi ini di SD kelas 1…

Dalam kesempatan kemarin juga, saya menyempatkan diri untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih secara pribadi kepada rekan-rekan ini. Momen kemarin bagi saya sangat mengharukan. Saya hanya bisa berharap apa yang telah kami lakukan sesuai dengan harapan rekan-rekan semua saat awal mereka menitipkan anak-anak mereka kepada Semi Palar. Kepercayaan rekan-rekan ini, juga rekan-rekan semua adalah bagian terbesar dari energi yang menggerakan Semi Palar sampai hari ini.

Perjalanan ini adalah bukan perjalanan yang mudah – karena seperti yang dikatakan Robert Frost : we took the one less traveled by. Sebuah pilihan yang sama-sama kita ambil – saat Semi Palar memilih Pendidikan Holistik sebagai pendekatan pendidikannya, dan pada saat orang tua mendaftarkan anaknya untuk berproses di Semi Palar. Saya mengibaratkan perjalanan kita semua di Semi Palar seperti sebuah petualangan, menjelajah Samudera atau menggapai puncak gunung. Perjalanannya tidak pernah mudah, penuh tantangan, tapi kita punya kesempatan untuk melihat hal-hal yang tidak semua orang lain pernah lihat, mengalami hal-hal yang tidak pernah orang lain alami, merasakan hal-hal yang tidak pernah orang lain rasakan.

Perjalanan Semi Palar tidaklah seperti kita naik kapal pesiar atau bepergian naik bis wisata. Kita semua harus berpegangan tangan, dan berjalan atau ikut mendayung. Kita masing-masing – tidak terkecuali – punya beban dan tanggung jawab yang harus dipikul dan peran yang harus dijalankan… Kita semua harus ikut melangkah…

Dalam hal inilah Rumah Belajar Semi Palar adalah sekolah yang sama sekali berbeda dari sekolah-sekolah pada umumnya…

 

6209e2304a2607068ff83041dbbd0394d48187e3

Melangkah ke depan, Semi Palar masih akan mengalami banyak perubahan. Kami percaya satu-satunya hal yang konstan – tidak berubah di alam semesta ini adalah perubahan. Semi Palar adalah Rumah Belajar, karenanya juga perubahan adalah sebuah keniscayaan. Di tahun perjalanannya yang ke delapan ini, Semi Palar mendapatkan banyak sekali temuan-temuan luar biasa yang bagi kami menjadi penanda bahwa kami mulai lebih memahami* sisi-sisi dari pendidikan holistik yang kita terapkan bersama bagi anak-anak kita ini. Di tahun mendatang tentunya kita akan bersama-sama menjumpai dan belajar lagi hal-hal baru. Orang tua – tentunya adalah bagian integral dari proses belajar itu nanti.

Jadi nantikan keseruan-keseruan selanjutnya dari perjalanan yang akan selalu tidak terduga ini. Ayo kita melangkah lagi bersama-sama, para kakak, rekan-rekan orang tua, bergandengan tangan untuk mendampingi anak-anak kita menemukan bintangnya sendiri. Last but not least, mari kita nikmati perjalanannya.

Salam Smipa, @kak Andy.

* tentang memahami: silakan baca lanjut di tautan ini

 

I took the one less travelled by…SOUND
[klik di sini untuk mendengar versi penuhnya]

Tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to Catatan Penutup Tahun 2012-2013

  1. arrysyakir says:

    Setuju Kak Andy, Mari erat tangan dan rasa untuk sama-sama berpetualang, sama-sama menunggang ke tempat tujuan. Mari kita nikmati…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.