menyelamatkan si ulat

image

Suatu siang di sekitar pendopo Semi Palar, beberapa anak jenjang PG dan TK berjongkok mengamati sesuatu. Setelah saya dekati, ternyata mereka sedang mengamati seekor ulat yang sedang perlahan-lahan merayap di dekat pilar pendopo. Melihat saya mendekat, CK memanggil saya untuk memperlihatkan temuannya. Saya tanya kepada mereka “Wah mau ke mana ya si Ulat?” Merekapun menjawab, “Mungkin mau pulang kak, cari mamahnya”. Saya tanya lagi, kira-kira rumahnya di mana ya? Merekapun spontan melihat sekeliling dan berusaha menemukan rumah si ulat… Karena memang tidak jelas di mana rumah si ulat saya ajak mereka memindahkan ulat kecil tersebut ke sebuah pot tanaman di dekat pendopo… Saya ambil selembar daun, perlahan saya pindahkan si ulat ke daun tersebut lalu kita bersama-sama menempatkan ulat di tanaman kecil tersebut.

Peristiwa itu tidak berhenti di situ karena anak-anak, terutama CK belum mau beranjak dan masih tetap mengamati si ulat kecil tersebut di tempatnya yang baru…

Seringkali kita manusia modern yang hidup di kota seperti menghindari hal-hal semacam ini. Binatang2 kecil atau serangga yang ada di sekitar kita. Cukup banyak anak saya amati memiliki refleks membunuh / mematikan binatang2 kecil tersebut saat mereka melihatnya. Seakan mereka mengganggu atau mengotori lingkungan kita. Sangat penting membangun kesadaran di dalam diri anak-anak kita bahwa binatang apapun adalah sama-sama makhluk hidup ciptaan Tuhan. Bakteri-pun punya perannya sendiri di alam semesta ini.

Entah apa yang ada di benak CK hari itu, tapi dari sikap dan bahasa tubuhnya, si ulat kecil adalah sesuatu yang penting – menarik perhatiannya saat itu. Harapannya, sikap seperti ini terbawa terus di dalam dirinya saat ia beranjak besar nanti…

image

 

Tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *