Belajar di Rumah | periode 2

PERIODE 2

Satu minggu lebih kita semua sudah melalui proses Belajar di Rumah – sementara kakak2 Bekerja dari Rumah – untuk memfasilitasi proses pembelajaran anak-anak dalam situasi Pandemi Global COVID-19 ini sedang melanda.

Senin lalu, BNPB mengumumkan Darurat Nasional Corona diperpanjang 91 hari sampai tanggal 29 Mei 2020. Bersama ini kami sampaikan arahan lanjut menyambung apa yang kami informasikan sebelumnya:

Belajar di Rumah

Sesuai arahan BNPB dan KemDikBud, Belajar di Rumah diperpanjang. Secara umum darurat Nasional Corona berlangsung sampai 29 Mei 2020. Pada prinsipnya kita mengikuti arahan Pemerintah Pusat dan Daerah walaupun demikian dalam situasi ini Semi Palar siap mengambil kebijakan lain dengan pertimbangan kebaikan kita semua – terutama murid

Kita akan menjalani Belajar di Rumah setahap demi setahap dalam periode dua mingguan – di mana tim Smipa (LingKung) bersama kakak2 akan menyampaikan pembaruan update terkait proses Belajar di Rumah. Update ini bisa terkait perubahan, metode, pendekatan dan lain-lain agar proses ini bisa tetap bermakna dan berjalan baik di rumah masing-masing.

Belajar di Rumah periode #2 dengan ini akan berlangsung sampai tanggal 10 April 2020 dan seterusnya sampai kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa di Semi Palar.

Arahan Utama

  • Sejak Selasa 24 Maret 2020, Rumah Belajar Semi Palar dinyatakan tertutup untuk berbagai aktivitas untuk menggaris bawahi pentingnya Social Distancing – yang sudah diubah menjadi Physical Distancing oleh WHO.
  • Kegiatan2 Sekolah yang sudah direncanakan dan dijadwalkan dengan demikian dibatalkan – terutama kegiatan-kegiatan khusus seperti Outing, Berkemah di Sekolah di SD kelas 3, di SMP seperti Nyaba Lembur dll.
  • Aktivitas pembelajaran lain yang masih memungkinkan berjalan di rumah masing-masing tetap berjalan dengan panduan yang diberikan oleh kakak kelompok masing-masing dan Koordinator Jenjang
  • Pertemuan Orangtua yang membahas proses perkembangan anak akan dijadwalkan kembali dan dilaksanakan secara daring. Kami akan menghubungi rekan-rekan orangtua secara langsung terkait hal ini.
  • Mengenai ujian Kelas 6 dan Kelas 9 kami jelaskan secara khusus di bawah ini.

Ujian Nasional dan Ujian Sekolah

Rabu, 24 Maret 2020, KemDikBud sudah menetapkan bahwa penyelenggaraan UN tahun 2020 dibatalkan. Sementara proses kelulusan dan bentuk asesmennya seluruhnya dikembalikan kepada sekolah masing-masing.

Bagaimana penyelenggaraan Ujian Sekolah – yang di Semi Palar kami namakan Asesmen Akhir masih kami diskusikan bersama tim – agar dalam situasi sekarang ini, proses pembelajaran tetap berjalan seoptimal mungkin. Tujuan utamanya untuk memastikan kesiapan dan pencapaian anak-anak di penghujung jenjang SD dan SMP dan bersiap masuk ke jenjang selanjutnya.

Kalau ada bentuk / format yang disesuaikan dari Sosialisasi Asesmen Akhir (pertemuan bersama orangtua murid sebelum Belajar di Rumah dilaksanakan) akan segera kami komunikasikan kepada rekan-rekan orangtua di rumah.

Penutup

Kami menyadari betul bahwa situasi sekarang tidak mudah bagi orangtua di rumah, hal yang sama dialami para kakak dan tim pengelola. Di sisi lain, hal ini juga kita alami bersama warga kota-kota besar di Indonesia dan di berbagai negara di dunia. COVID-19 adalah disrupsi besar bagi peradaban masyarakat dunia, mungkin juga sebuah pengingat untuk kita semua untuk beranjak menuju kehidupan yang lebih holistik, lebih utuh dan seimbang.

Mudah-mudahan, 2 minggu pertama ini menjadi periode transisi dan adaptasi buat kita agar semua berjalan dengan baik. Harapannya kita semua bisa lebih berterima dan menemukan kebaikan-kebaikan dari perubahan situasi – lebih jauh lagi menemukan pemaknaan baru dari semua ini.

Terima kasih atas segala perhatiannya. Salam sehat selalu. Kita yakini, pada waktunya, situasi akan kembali normal.


Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.