Di sebuah sudut di kebun Smipa ada satu benda kecil yang menarik perhatian terletak di kaki pohon besar di sana. Sepotong papan dengan goresan garis dan beberapa tulisan yang tertulis di atasnya. Setelah didekati, ternyata papan itu adalah sebuah penanda. Penanda kuburan seekor kepik. Setelah mencari tahu kepada kakak, ternyata memang beberapa waktu sebelumnya beberapa anak sibuk mencari kakak melaporkan bahwa mereka menemukan seekor kepik yang mati. Dari situ sepertinya mereka memutuskan untuk mencari tempat yang cocok bagi peristirahatan terakhir si kepik…
Lebih menarik lagi tulisan di papan itu, karena di atasnya tertulis kata Kepik, kemudian di sebelah kiri atas tertulis kata-kata Katolik dan Islam. Entah apa yang ada di benak anak-anak yang menguburkan si kepik di sana. Apakah mereka berpikir bahwa si kepik beragama Islam sekaligus Katolik kita tidak tahu. Yang jelas dibalik kepolosan mereka ada dorongan empati yang sangat besar di dalam diri anak-anak tersebut yang mendorong mereka menemukan tempat untuk kuburan si kepik. Hal-hal kecil seperti ini adalah proses luar biasa yang berlangsung di dalam proses perkembangan anak-anak. Hal-hal kecil yang biasanya mudah terlewatkan. Setidaknya lewat posting ini sempat kita catatkan…



Luar biasa…