Pagi ini langit memang sangat kelabu. 15 menit menjelang waktu upacara, hujan turun. Awalnya cukup deras membuat kakak2 yang sedang mempersiapkan diri untuk upacara bendera menyingkir ke luar area upacara. Beberapa kakak mengintip ke luar, beberapa anak yang sudah siap menunggu di luar kelas untuk turun ke tempat upacara.
Sementara itu di depan sebuah kelas sebuah dialog kecil terjadi, “Kak, kita jadi upacara ga ya? Hujan soalnya”. Kakak merespon, “Menurutmu bagaimana? Kita terus upacara atau gimana?”. Anak tersebut merespon kembali “Kak, kita upacara aja terus. Kan para pahlawan dulu juga ga mikirin hujan saat berjuang”. Hmm, pemikiran yang hebat!
Sesaat kemudian langit menjadi lebih cerah. Walaupun hujan masih turun rintik-rintik, barisan mulai disiapkan dan upacarapun dimulai. Hari ini upacara bendera di Semi Palar agak berbeda, karena petugas pelaksana upacara adalah seluruh kakak di Semi Palar. Merefleksi pengalaman kita dulu di sekolah, rasanya belum pernah kita menyaksikan guru-guru kita yang berada di area upacara, dan menyelenggarakan seluruh rangkaian upacara: mengibarkan bendera, memimpin barisan, membacakan teks-teks ke-negara-an dan seterusnya. Hari ini di Semi Palar para kakak mengambil tugas tersebut dan mudah-mudahan hal ini membangun penghayatan lebih di dalam diri para kakak sekaligus memberikan contoh dan inspirasi bagi teman2 yang mengikuti upacara bendera.
Rangkaian upacara ditutup dengan doa yang dipanjatkan oleh kak Ayu – kakak kelompok Lumba-lumba :
Upacara hari ini , 17 Januari 2014 berjalan dengan lancar dan khidmat. Walaupun langit kelabu, bendera Merah Putih tetap kami kibarkan hari ini…


