secercah mentari di LeuKaS Januari

 

Sudah beberapa waktu terakhir ini, Bandung diguyur hujan. Kota kembang dipayungi cuaca yang serba tidak menentu. Berbagai daerah di Indonesia dilanda bencana banjir. Cuaca memang sedang sangat tidak ramah kepada kita.

Di dalam kalender kegiatan, tanggal 22 setiap bulan adalah jadwal kita untuk Leumpang ka Sakola. Hal ini dengan sendirinya menjadi pemikiran kakak-kakak tentang bagaimana kegiatan ini akan diselenggarakan. Lebih jauh lagi kita berpikir apakah akan tetap diselenggarakan ataupun dibatalkan. Setelah dibahas di dalam forum koordinasi (Jumaatan) kita putuskan bersama bahwa LeuKaS tetap dilangsungkan. Hujan dan cuaca adalah bagian dari proses dan dinamika alam semesta – sebagaimana kita umat manusia adalah juga bagian daripadanya. Kalaupun besok hujan, peristiwa tersebut kita harapkan juga menjadi bagian dari pengalaman anak-anak sambil berjalan kaki ke sekolah.

LeuKaS di dalam pemaknaan mendasarnya adalah sumbangsih kecil kita untuk planet bumi – rumah kita. Kita berupaya mengurangi jarak berkendaraan (yang notabene mengonsumsi BBM dan menghasilkan emisi CO2) dengan bersama-sama berkumpul di satu titik dan berjalan bersama-sama ke sekolah. Tampak kecil memang, tapi saat dilakukan bersama – secara kolektif dan berulang-ulang, niscaya dampaknya akan cukup terasa juga. Akhirnya kita juga berharap bahwa sikap (gestur) kita terhadap situasi semacam ini juga dipahami oleh anak-anak kita dengan cara yang positif juga – bahwa LeuKaS tetap kita jalankan walau cuaca tak menentu. Semacam ‘unconditional love’ untuk bumi kita…

22 Januari pagi hari, walaupun langit masih kelabu, tapi ternyata hujan tidak turun. Sesaat menjelang kita berangkat pada pukul 07.30, langit bahkan tersenyum dan sang mentari sempat memancarkan sinarnya yang hangat kepada kita… Anak-anak dan kakak semua sudah siap dengan perlengkapan menghadapi hujan, tetapi langit yang cerah mengiringi langkah kita bersama-sama ke sekolah. Hmm, hadiah yang luar biasa. Sepertinya semesta mengamini niatan baik dan sumbangsih anak-anak kita untuknya.

PhotoGrid_1390536385213

Di sore hari, di dalam evaluasi singkat, terungkap dari para kakak bahwa beberapa anak memang mendoakan agar “mudah-mudahan besok leukasnya tidak hujan”. Wah, ternyata doa anak-anak memang manjur ya… πŸ™‚

 

 

 

Tagged , , . Bookmark the permalink.

One Response to secercah mentari di LeuKaS Januari

  1. Amel says:

    suka nih leukas sebagai unconditional love untuk bumi πŸ™‚ .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.