[Catatan Perjalanan Besar] Kelompok Andaliman di Lasem-Semarang

 

PhotoGrid_1429435211958

“Kak, waktu perjalanannya kurang! Harusnya dua minggu!”
“Kak, kapan kita ke Lasem dan Semarang lagi?”

Seberkas ungkapan teman-teman kelompok Andaliman saat pulang dari perjalanan besar. Hingga kini, dua minggu setelah perjalanan, ungkapan tersebut masih saja terlontar.

Awal bulan April 2015, kelompok Andaliman melakukan “perjalanan besar”. Sebuah perjalanan yang merupakan “puncak“ dari rangkaian kegiatan kelas 8 SMP Semi Palar. Dalam perjalanan ini, seluruh aspek holistik dimunculkan dalam kegiatan tersebut, terutama mengenai kepemimpinan dan kemandirian.

Demikian pentingnya Perjalanan Besar ini, semua persiapan perjalanan dilakukan dari awal tahun pendidikan. Kakak memetakan semua aspek yang perlu dipersiapkan hingga mereka nanti siap untuk melakukan perjalanan “mandiri” ini. Semua aspek tersebut menjadi serangkaian kegiatan, di sekolah maupun di luar sekolah. Membangun karakter, manajemen kelompok, menyiapkan dana, hingga teknik-teknik yang diperlukan dalam perjalanan, dan tidak lupa pula program untuk menjaga kesehatan.

Masuk semester kedua, selapis demi selapis sasaran perjalanan Kakak tambahkan, hingga tak terasa di perjalanan terakhir kami merasa teman-teman Andaliman siap melakukan perjalanannya. Mereka selalu bersemangat, walaupun tidak jarang mereka ragu atau cemas. Namun, keraguan dan kecemasan tersebut bisa mereka atasi dengan mencari informasi lebih banyak dan berhati-hati.

“Kami mau pergi buat riset akulturasi budaya!”

Demikian jawaban teman-teman Andaliman saat beberapa kali narasumber menanyakan tujuan Perjalanan Besar. Ya, kami memang pergi dengan kemasan “riset”. Namun tetap yang terpenting adalah bagaimana teman-teman menyiapkan kemandirian mereka untuk sebuah perjalanan, mulai dari mencari tahu kota-kota menarik yang ada di Pulau Jawa, transportasi menuju ke sana, sejarah tentang kota tersebut, belajar membuat rencana perjalanan (itinerary) dan yang tidak mungkin tertinggal, cari tempat kulinernya!

Betapa pun matangnya persiapan, tentu rasa khawatir tetap ada. Hal ini terutama dirasakan betul oleh para orangtua. Melepas putra-putrinya selama satu minggu, ke tempat yang cukup jauh, membutuhkan rasa percaya penuh terhadap teman-teman dan juga kakak.

Selama perjalanan, teman-teman terlihat sungguh-sungguh melakukan riset, memindahkan ruang belajar langsung ke lapangan. Beberapa kali “misi kejutan” dari Kakak diprotes teman-teman Andaliman karena waktunya mengganggu janjian dengan narasumber. Untuk Kakak pendamping, bertualang bersama teman-teman Andaliman sungguh menyenangkan. Kami bersama-sama menemukan hal-hal unik dan baru. Bermalam di pesantren, bertemu narasumber warga asli, memakan makanan khas daerah, mendatangi sentra kerajinan, mencari sejarah kota, bermain di pantai, menaiki bis dan kereta ekonomi, serta berjalan kaki di bawah teriknya cuaca daerah Pantura. Oya, beberapa dari mereka pun mencuci bajunya sendiri untuk mencukupi kebutuhan.

Terima kasih, Lasem. Terima kasih, Semarang. Tidak cukup dua-tiga hari berkunjung, namun setiap langkah dan tempat yang telah dilewati, menjadi kenangan istimewa untuk kami. Penanda untuk kami kunjungi kembali di masa depan. Perjalanan ini juga penanda bahwa teman-teman Andaliman tidak hanya teman di sekolah, tapi juga benar-benar sebuah keluarga saling belajar, saling mendukung.

Setelah sampai di Bandung, sebelum berpisah mereka berkata, “Terima kasih, Kak! Perjalanannya seru!” Dengan senang hati, teman-teman. Tapi bukan Kakak yang membuat perjalanannya seru. Teman-teman yang sudah bisa menghidupkan keseruan di perjalanan kalian sendiri. Dan masih akan ada ribuan perjalanan seru lain menanti di sepanjang hidup teman-teman!

PhotoGrid_1428642502403

 

-dari sepenggal catatan perjalanan kakak pendamping Andaliman-

Tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.