catatan tahun ke 14 – Rumah Belajar Semi Palar

Salam Smipa buat semua, keluarga besar Rumah Belajar Semi Palar. Hari ini, 21 September 2018 (saat post ini mulai dituliskan) bertepatan dengan dicetuskannya nama Semi Palar, nama yang dijadikan identitas – jati diri ruang belajar kita bersama ini. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari lahir Semi Palar. Tepat hari ini, 14 tahun lalu, Semi Palar dilahirkan.

Dengan rasa syukur mendalam atas segala dinamika proses tumbuh kembang lembaga — rumah kita semua — ijinkan kami berbagi tentang proses belajar kami (tim Smipa) yang menggulirkan segala sesuatu di Rumah Belajar Semi Palar, sebuah sekolah yang sejak awal berkomitmen untuk belajar menerapkan Pembelajaran Holistik, agar anak-anak yang berproses di Semi Palar menemukan diri dan membangun keseluruhan dirinya secara utuh… bertumbuh, menjadi harapan.

 

Sekilas Proses

Proses yang berjalan di Semi Palar sejak awal memang sangat organik, sifatnya evolutif, perlahan-lahan, tahap demi tahap. Kami memilih untuk tidak sekedar menerapkan pendekatan belajar atau kurikulum yang sudah ada dan diterapkan di sekolah-sekolah lain, tapi betul2 berusaha mencari, menemukan dan belajar menjadi diri sendiri dengan segala tantangan yang ada.

robert frost.jpg

Seperti penggalan puisi yang dituliskan Robert Frost di atas ini :

Two roads diverged in a wood, and I…
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.”

Ada semacam keyakinan bahwa kalau kita ingin memfasilitasi anak-anak menemukan diri dan keunikan mereka, kami-pun sebagai lembaga perlu menjalani, mengalami proses yang sama, Proses penemuan diri.

Di sekitar tahun ke empat – Semi Palar masuk ke suasana ‘kegalauan’ pertama. Perasaan bingung dan merasa tidak tahu arah. Satu-dua kakak, bahkan mempertanyakan, “kak Andy, holistik itu bagaimana sih? Anak-anak akan dibawa ke mana, menjadi seperti apa?”.

Sebagai yang menggagas, merintis, saat itu sayapun tidak tahu jawabannya. Saya hanya menjawab berdasarkan keyakinan saya saat itu begini, “Kak, ini masih proses, kita masih di awal. Kalau proses ini terlalu membingungkan buat kakak, ya ga apa, mungkin tempat kakak bukan di sini. Tapi kalau kakak masih percaya dan bersedia mengikuti proses ini, suatu waktu mudah-mudahan kita akan mendapatkan jawabannya…” Kakak ini sampai hari ini masih di sini, dan di dalam prosesnya, di sebuah momen sekitar empat tahun kemudian, kakak tersebut bilang kepada saya, “Kak Andy, saya sudah dapat jawabannya… Saya lihat sendiri hasil dari pembelajaran holistik ada di anak-anak yang saya sedang dampingi”…

Sebagai Organisasi Belajar (learning organization) sebagaimana juga organisasi yang hidup (living organisation), kami merasakan betul bagaimana kita semua di tim smipa yang menggulirkan pembelajaran holistik, bertumbuh sejak awal Smipa dilahirkan : belajar merangkak, tersandung-sandung saat belajar melangkah dan kemudian belajar berjalan. Dalam proses tersebut Semi Palar belajar mengenal diri sendiri, berproses memaknai dan menghayati Pembelajaran Holistik.

Sebagaimana tahapan tumbuh kembang manusia, saat ini Semi Palar sedang melangkah menjelang tahapan tujuh tahun ke tiga, rentang usia 14-21. Usia menjelang manusia dewasa muda – di mana konsep diri sudah mulai ditemukan – dan dalam prosesnya mudah2an bisa mengkristalisasikan konsep diri menjadi citra diri. Sebuah proses penemuan jati diri, peneguhan identitas dan pandangan-pandangannya ke masa depan.

 

Proses Belajar Lembaga dan taksonomi Aki Muhidin

 

nyaho

 

Kata-kata Aki Muhidin semestinya sudah akrab dengan kita semua. Lebih penting lagi, kata-kata beliau tersebut memang betul kita rasakan kebenarannya – sebagai sebuah proses belajar. Sebuah proses panjang bagi Rumah Belajar Semi Palar untuk mengetahui, memahami, memampukan diri, membiasakan dan menghayati (menginternalisasi) Pembelajaran Holistik.

Di tahun-tahun awal, memang Smipa baru masuk tahap nyaho, tahu bahwa untuk menjadi manusia yang utuh, perlu belajar dalam proses yang juga holistik, menyeluruh. Di tahun awal, visualisasi konsep belajar Semi Palar dilahirkan – gambar yang tidak pernah berubah sejak tahun-tahun awal Semi Palar digulirkan.

005 presentasi

Gambar di atas ini yang selalu ditampilkan saat bercerita tentang Konsep Rumah Belajar Semi Palar melalui Gelar Griya atau kesempatan-kesempatan lain.

Di tahun 2005 – Rapor Smipa (Buku Cahaya Bintangku) yang pertama diterbitkan. Buku tersebut memuat versi pertama butir-butir aspek pembelajaran holistik – penjabaran dari ke lima aspek holistik Semi Palar. Apa yang terkandung di dalam masing-masing aspek. Saat itu, sejauh wawasan kami saat itu, kelima aspek tersebut di mulai dipetakan lebih mendetail. Apa saja yang ada dalam aspek nalar – apa itu kreativitas, seperti apa jasmani dan karakter manusia dibangun, apa dan bagaimana nurani dalam proses tumbuh kembang manusia seutuhnya dan seterusnya… Lima cabang tersebut berkembang, entah menjadi berapa puluh sub aspek. Kompleksitas pendidikan holistik yang sesungguhnya mulai kita hadapi. Walaupun demikian saat itu dengan jumlah murid yang masih sedikit, kompleksitas pengelolaan sekolah masih cukup sederhana.

Tahun demi tahun berjalan dan kamipun perlu mengembangkan lebih jauh apa bagaimana pendidikan holistik dituangkan dalam kurikulum untuk diwujudkan dalam pembelajaran di kelas – sejalan dengan bertambahnya kelas-kelas, tahun demi tahun. Kami harus belajar memahami bagaimana ke lima aspek holistik tersebut di setiap tahapan perkembangan anak yang belajar di Smipa. Perlahan dengan jumlah keluarga besar Semi Palar yang meningkat, tantangan pengelolaan sekolah juga berlipat. Guru yang tadinya sedikit terus bertambah. Kompleksitas olahan di Semi Palar menjadi berlipat ganda. Proses seperti inilah yang berjalan tahun demi tahun sepanjang usia Semi Palar bertambah sampai hari ini.

usa

berhadapan dengan kompleksitas

 

Sekitar tahun 2009 kami ditakdirkan berjumpa dengan kata2 ‘ajaib’ Aki Muhidin. Hal ini terjadi setelah kami bertanya kepada salah satu pakar pendidikan holistik yang tinggal di Amerika, Prof Ron Miller. Kami berusaha bertanya kepada beliau di tengah kegalauan kami saat itu (situasi yang sempat diceritakan di atas). Jawaban Profesor Ron Miller waktu itu singkat, dia bilang kurang lebih begini melalui emailnya, “Kamu jangan tanya sama saya, saya tidak punya jawabannya – temukan konsep-konsep pendidikan di kearifan lokal di masyakat tempat kamu tinggal. Holistic Education lies in your heart. Look inside, do not look for your answers outside“. Salah satu jawaban yang kami temukan kemudian adalah 4 baris kalimat pendek dari Aki Muhidin – seorang guru silat dari Cianjur.

Sekitar tahun 2014 kami meluncurkan revisi rapor Smipa yang pertama. Di titik tersebut pemahaman kami tentang pendidikan holistik, juga proses tumbuh kembang anak bertambah. Dari nyaho, kami mulai ngarti – setidaknya lebih ngarti. Salah satunya kami menemukan bahwa tahapan tumbuh kembang 7 tahunan adalah salah satu komponen penting yang harus dipahami dalam proses pendidikan anak – secara holistik. Kami juga mulai memahami betapa pentingnya literasi dan bentuk2 membangun mindfulness seperti waktu hening. Semua ini berjalan di tengah terus bertambahnya warga Semi Palar – keluarga-keluarga Semi Palar, anak dan orangtua juga para kakak yang hadir dengan segala keunikan dan perbedaan pola pikirnya…

Tahun lalu di penghujung TP13, Semi Palar melepas angkatan pertama Semi Palar yang belajar sejak tahun pertama Semi Palar. 7 anak lepas dari KPB, setelah proses panjang yang luar biasa dan tidak pernah ringan dan tidak pernah mudah. Yang kami sadari kemudian adalah bahwa setelah proses panjang tersebut, kami bisa punya pemahaman yang cukup utuh tentang bagaimana proses tumbuh kembang manusia secara holistik – hasil dari mengikuti proses teman-teman ini sejak usia dini hingga mereka menuntaskan prosesnya di KPB. Bagaimana kaitan satu aspek dengan yang lain, bagaimana kreativitas perlu dibangun sejak awal, bagaimana konsep diri berkembang menjadi citra diri, dan seterusnya…

Dalam tahapan belajar aki Muhidin, selama 13 tahun berproses, ternyata Semi Palar baru masuk ke tahapan Ngarti… 

Belajar Mampu Mengelola Kompleksitas

Teman-teman semua, di tahun lalu, tim Smipa mulai menemukan beberapa hal untuk lebih mampu mengelola kompleksitas Pendidikan Holistik. Beberapa dari kami mengikuti Pelatihan Berpikir Sistem dan dari situ mulai menemukan titik cerah bagaimana kita (bisa) mengelola kompleksitas pendidikan holistik ini dengan lebih baik. Memasuki tahapan 7 tahunan ke tiga, Semi Palar sudah menemukan konsep dirinya. Struktur kurikulum sudah ditempatkan di setiap jenjang dari KB hingga KPB, kami semakin memahami keterkaitan satu hal dengan lainnya, dan dari sini kita melangkah ke tahapan mampu mengelola kompleksitas ini.

Betul yang dibilang Aki Muhidin bahwa tahu belum tentu paham, dan paham belum tahu bisa… Mengetahui bahwa pendidikan holistik itu baik perlu proses untuk betul2 memahami dan kemudian mampu mengelola kompleksitas yang terkandung di dalamnya…

digital-transformation-journey-768x256

belajar mengelola kompleksitas

Saat ini, Rumah Belajar Semi Palar sedang masuk di tahap itu, dari ngarti menuju bisa… setelah memahami belajar mampu…

 

Penutup

Dari apa yang dijalani ke belakang, ternyata kita juga belajar bahwa diri kita sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam pendidikan holistik – juga belum betul2 paham soal koneksi antar manusia. Kita adalah bagian sentral dari semua proses yang terjadi dan berlangsung di dalam mendidik anak-anak secara holistik… Karenanya di TP14 ini, kita mengusung tema utama tentang Koneksi antar Manusia (Human Connection). Kita sudah tahu, nyaho, mudah2an kita lebih paham (ngarti) dan juga mampu (bisa)…

Tulisan ini saya coba tuliskan dalam rangka mengajak semua yang sekarang terlibat di Semi Palar untuk memahami dan menyadari proses yang berjalan. Apa yang sudah kita lalui, dan di titik mana kita sedang berada. Lebih penting, di ruang dan waktu perjalanan seperti apa kita berada, karena apa yang dikatakan Tao Te Ching di bawah ini memang benarlah adanya…

Akhir kata, terima kasih yang mendalam buat semua yang telah jadi bagian perjalanan panjang Semi Palar – menjadi kepingan yang memberi makna dan bentuk mewujudnya Semi Palar hari ini. Terima kasih banyak…

95dde07d5e05eb0a8e24dae76b497e19ce17e864-1895979042.jpeg
Semoga kita semua yang ikut serta dalam perjalanan ini bisa terus saling bergandengan tangan, saling mendukung dan saling meneguhkan dalam segala tantangan.

Salam Smipa, salam bahagia untuk kita semua.
kak Andy, 21 September 2018

 

 

Tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.