Selametan TP15 – Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda

Selametan di Rumah Belajar Semi Palar adalah kegiatan rutin setiap satu tahun sekali pada setiap awal tahun pendidikan. Selametan – sebagaimana kita ketahui adalah tradisi / budaya banyak masyarakat adat di Indonesia untuk mohon doa dan mengungkapkan harapan sebelum memulai sesuatu yang besar. Secara sadar Selametan adalah upaya untuk menghadirkan Sang Kuasa dalam proses yang akan dijalankan bersama-sama.

Tema besar tahun ini adalah “Mulai dari yang kecil, bersama-sama“. Kegiatan Selametan kali ini bertempat di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dengan bentuk kegiatan yang cukup berbeda, karena semua warga Rumah Belajar Semi Palar yang ikut ambil bagian mencoba mensosialisasikan Ecobricks kepada pengunjung yang ada di Tahura. Biasanya kegiatan Selametan Smipa terbatas dalam interaksi antar keluarga besar Semi Palar. Kali ini kami mencoba membuka diri untuk berinteraksi ke luar lingkaran keluarga besar Semi Palar.

teman-teman SMP Smipa dan pengunjung Tahura Djuanda

EcoBricks adalah cara sederhana mengolah sampah yang akan dijadikan gerakan bersama di Rumah Belajar Semi Palar agar kita bisa lebih bertanggung jawab atas sampah yang kita hasilkan dari kegiatan kita sehari-hari.

Starter Kit EcoBricks yang dibagikan ke pengunjung Tahura Djuanda

Setelah pelaksanaan, terdata ada lebih dari 150 buah Starter Kit EcoBricks yang kami bagikan kepada pengunjung Tahura. Mudah2an apa yang sudah dikenalkan terus dilanjutkan oleh rekan-rekan yang menerima informasi dan starter-kit ini dan ikut termotivasi untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup dengan mengolah sampah kita masing-masing.

Seusai kegiatan kami berkumpul di salah satu area Tahura Djuanda untuk upacara penutupan untuk Upacara Penghormatan Bendera Merah Putih diiringi lagu Syukur. Mewakili peserta, dua lembar doa dan harapan yang dituliskan bersama dibacakan oleh Ezar dan Mili.

Kegiatan ditutup dengan piknik makan siang bersama dibawah naungan rindangnya pepohonan di Tahura Djuanda. Suasana keakraban terasa di tengah obrolan dan canda keluarga besar Semi Palar. Anak-anak bermain gembira, bercanda dengan teman-temannya ditemani dedaunan yang menghampari lantai hutan.

Tak terasa waktu berpisahpun tiba – kamipun kembali ke rumah masing-masing. Seperti biasa, di manapun kami berkegiatan, tempat kami berkegiatan bersih – kami tidak meninggalkan sampah sedikitpun…

Di bawah ini rekaman visual kegiatan yang terkumpul dari tangkapan kamera peserta Selametan.


Di bawah ini posting IG dari @leiakila selepas gelaran POT di Tahura Djuanda. Semoga bisa menjadi catatan dari sisi peserta Selametan kali ini.

View this post on Instagram

Taman Hutan Raya Djuanda 31/08/2019 . Agenda rutin salametan tahun ajaran baru di sekolahnya Neng.. selalu kegiatan outdoor yang seru, unik dan sarat makna. Riweuh, tapi at the end of the day, always worth it. . Tahun ini, tema besarnya adalah “mulai dari yang kecil, bersama-sama”. Dan salah satu fokusnya adalah mengelola diri kita dan sampah yg kt hasilkan. Kaya ga glam bgt, tp sekolah ini emg ga pernah glam sih. Exactly why makin lama ada disini jadi makin lekat dan makin laaafff ❤️ . Eniwei, pagi ini kami kumpul di Tahura, bawa starter kit eco brick. Bingung bwt apaan, kirain mau disuruh selesain dgn ngumpulin sampah di Tahura. Ternyata bukaaann.. yang ada malah dikasi tantangan ngider Tahura utk CARI RESPONDEN 🤣🤣🤣 selain isi kuesioner ttg sampah, juga sosialisasi eco brick dan minta responden utk lanjutin eco bricknya dirumah. . Ya Allah.. hahahaha.. tau sendiri meureun, how uncomfortable it is to approach a random stranger utk sosialisasi sesuatu APALAGI udh biasa bgt kl approach2 ini berujung minta sumbangan 😄😄 gw aja selalu berusaha menghindar kl mengendus akan dideketin. . Alhamdulillah, ga kena karma. Karena yg gw deketin bersedia menyimak dan baik2. Apalagi responden kedua, super ramah dan malah semangat mau kasi tau teman dan keluarganya ttg eco brick. Selama ini beliau tnyt sudah kelola sampah organik dgn biopori dan br tau kl sampah plastik bs dikelola dgn dibikin brick. . Gemetaaarrr, tp lega bgt stlh beres. Neng ikut ngintil, blm berani ngomong sendiri. Kakak2 kelas mah udh pede jali aja dan sukses dpt bnyk responden. Kuyakin itu krn dr kecil mereka biasa liat dan terlibat kegiatan ky gini. Smg Neng jg besar nanti pede, berani dan eloquent. . Ditutup dengan upacara penghormatan bendera (yang selalu aja bikin merinding dan berkaca2) trs ngampar di bawah pohon makan siang bareng2 botram. . Tentu lengkap dgn galon2 refill station, semua bw alat makan sendiri, tiada sisa kemasan snack/minuman botol/tetrapack seliweran. Bener2 ky piknik warga flinstone gitu lah 🤣 . Pengelola Tahura smpt bilang sm Kepsek, paling pusing aftermath kegiatan sekolah, sampahnya ga kira2 ceunah. Kmrn sekolah kami bubar, tanpa meninggalkan jejak sampah 🍃🍃 BANGGA! ☺️

A post shared by Lady Fitriana (@leiakila) on

Semoga Selametan ini membawa kebaikan sepanjang TP15 yang berjalan seperti segala doa dan harapan yang dituliskan oleh para peserta. Juga tentunya membawa kebaikan bagi lingkaran yang lebih luas dari Keluarga Besar Semi Palar. Salam.

blogpost : Mutiara Zahwa & Andy Sutioso
Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.