menelaah ‘merdeka belajar’ di Semi Palar.

Jum’at, 10 Januari 2020, kami kakak-kakak Semi Palar tengah berada di sesi pembukaan hari terakhir Minggu Perencanaan Semester 2, Tahun Pendidikan 2019-2020. Panggilan telepon masuk ke hape saya dari Bapak Pengawas Bina SMP Semi Palar, Bapak Agus Hendra. Pak Agus menanyakan apakah mungkin beliau bersama beberapa rekan pengawas berkunjung ke Semi Palar. Sejujurnya saat itu rencana kunjungan dirasa sangat mendadak – tapi penjelasan selanjutnya cukup menarik perhatian, karena tujuan pak Agus bersama rekan-rekan ingin berkunjung adalah untuk mencari tahu penerapan Merdeka Belajar di sekolah Semi Palar – secara khusus di jenjang SMP.

Merdeka Belajar sendiri adalah sebuah konsep, sebuah visi kalau boleh dibilang yang digaungkan mas Menteri – Nadiem Makarim beberapa waktu setelah beliau dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Berikut paparan singkat beliau tentang Merdeka Belajar diambil dari kanal Youtube MetroTVNews.

Setelah berkoordinasi sebentar, kami memberi kabar kepada pak Agus bahwa kami siap menerima kunjungan siang hari setelah Sholat Jum’at. Kebetulan sekali kami menjadwalkan sesi Bursa Kegiatan untuk perencanaan Kegiatan Lintas Jenjang, satu kegiatan yang juga cukup khas kami rancang sebagai penerapan Konsep Pembelajaran Holistik di Semi Palar.

Pukul 13.30, pak Agus Hendra tiba di Semi Palar, dan kami menuju ke satu ruangan yang kami namakan bengkel. Pak Agus hadir bersama pak Asep, yang sudah berkiprah 19 tahun sebagai pengawas, bersama ibu Neni, ibu Ida dan ibu Yani. Suasana diskusi segera menggambarkan antusiasme dan rasa ingin tahu yang tinggi tentang apa yang kami coba selenggarakan di SMP Semi Palar. Salah satunya tentang bagaimana kami mencoba mengintegrasikan pembelajaran di SMP ke dalam Pembelajaran Tematik Berbasis Proyek. Sejauh pengalaman kami, pendekatan ini cukup berhasil membangun sasaran-sasaran pembelajaran Holistik di Semi Palar, di antaranya membangun karakter, kreativitas siswa, kemampuan berpikir dan literasi dan lain sebagainya.

Seusai melihat presentasi singkat dan berbincang tentang pembelajaran di SMP, sekitar pukul 15.00 pak Asep dan rekan-rekan diajak berpindah ke lokasi tempat kakak-kakak Semi Palar (panggilan kami kepada para guru) melaksanakan ‘jual-beli’ kegiatan Lintas Jenjang. Suasana ini yang kami harapkan bisa juga dilihat oleh rekan-rekan pengawas – yang mudah-mudahan menggambarkan bagaimana guru bisa dan perlu lepas dari kekakuan atau formalitas saat mengerjakan sesuatu. Kalau kita ingin murid-murid merdeka belajar, maka guru-pun perlu merasakan suasana merdeka saat mengerjakan tugas-tugasnya.

Berikut ini beberapa rekaman gambar saat rekan-rekan Pengawas berbincang dengan kakak-kakak pendamping jenjang SMP.

Pertanyaan dan bincang-bincang yang terjadi di antara para guru dan Bapak/Ibu pengawas menggambarkan betapa narasi Merdeka Belajar adalah sesuatu yang menarik dan perlu dikembangkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Kata-kata penutupan dari pak Asep – mengakhiri kunjungan rekan-rekan pengawas, menggambarkan bagaimana beliau menempatkan diri bahwa beliau ingin belajar dan dalam kesempatan ini mendapatkan banyak gambaran dari kunjungan singkat di Semi Palar. Ungkapan bahwa spirit Merdeka Belajar sudah berhasil diwujudkan di Semi Palar tentunya merupakan apresiasi yang sangat disyukuri, dan menjadi penyemangat bagi para guru di Semi Palar.

Suasana saat pak Asep menyapa guru-guru Semi Palar sebelum mengakhiri kunjungan.

Tentunya kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan rekan-rekan pengawas – secara khusus kepada pak Agus Hendra yang telah mengajak rekan-rekan berkunjung di sini. Apresiasi dari kami buat Bapak dan Ibu pengawas yang hadir yang segera merespon wacana mas Menteri untuk mewujudkan Merdeka Belajar untuk anak-anak Indonesia. Semoga semangat ini terus menjalar ke seantero negeri. Salam Pendidikan.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.